Wednesday, October 28, 2009

sing sang song 2009

Hi everybadi. Sekarang sudah memasuki akhir bulan oktober. Semakin dekatlah saya dan anda dengan tahun baru. Ihiy. Nah berhubung biasa kalo menjelang akhir tahun kita biasa mereview apa yang kita lakukan selama tahun ini, maka saya juga latah ga mau kalah. Kali ini saya mau mereview album-album music yang telah merasuki telinga saya melalu handphone sony erricson W960i saya (du ileh serasa iklan hp ya cyiiin).

Sebelum saya ngomongin album-album yang saya dengar, saya mau menyanjung-nyanjung hape saya hahahaha. Hape saya ini sebenernya keluaran lama, sekitar tahun 2007-2008an, tapi baru saya beli pas awal 2009. Hhihihihi. Tapi walopun jadul, yang saya seneng ialah memorinya sampe 8 giga, cucok sekali untuk menyimpan koleksi lagu saya (yang sering malas saya burn ke cd).

Nah sekarang menuju puncak acara (halah). Ini dia daptar album-album yang saya dengarkan selama tahun ini:


1. Taylor swift – fearless
Kalo ga salah album ini dikeluarkan tahun 2008, hanya saja karena kurangnya saya bergaul dengan televisi musik belakangan ini menyebabkan ketertinggalan saya dalam mendengarkan lagu. Albumnya beraliran country dan easy listening. Cocok dengan kuping saya yang sukanya pop dan music yang ga susah dicerna. Lirik lagunya pun sederhana dan tidak ngejelimet sehingga mudah dicerna dan dimengerti. Ihiy. Album ini termasuk sering saya putar ulang deh sebagai pelipur lara
Track favorite: (meskipun ga ada yang favorit banget, tapi saya mesti milih -> meskipun ga ada yang maksa milih lol) Love Story

2. Colbie Calait – Breakthrough
Pernah denger lagu ‘bubbly’? ato lagu ‘Lucky’-nya Jason Mraz? Nah cewe ini ialah partner duet si Jason di lagu tersebut. Album ini merupakan album kedua dari si neng Colbie. Tipe lagunya ga beda jauh dengan album pertama hampir mirip-mirip malah dan tentunya teteeup easy listening. Beberapa orang mungkin merasa bosan karena nadanya hampir mirip-mirip, namun tetap menyenangkan didengarkan di hari cerah maupun mendung hahaha.
Track favorit eke: Droplets

3. Jonas Brothers – Lines, Vines, Trying Times
Jiahahaha. Yang ini dahsyat, Hanson masa kini. Hehehe. Iseng-iseng donlot albumnya karena waktu itu lagi bĂȘte pengen denger album baru. Setelah cap cip cup bingung mau donlot ape, jadilah si Jonas bersaudara ini gw dengarkan. Setelah didengarkan, gw tidak begitu suka lagu-lagunya hehehe. Walhasil jarang dimainin di playlist gw.
Fave track: Turn Right (belok kanan gituh?)

4. Backstreet Boys – This is Us
The boys are back (again). Pria-pria yang kugilai pada saat puber ini kembali bikin album, entah ini album keberapa, saya tidak ingat karena sudah insap dari BSB madness. Lagu-lagu di album ini lebih banyak ngebeatnya. Malah perasaan gw balladnya cuma satu. Padahal gw lebih menyukai lagu mendayu-dayu dari BSB. Walhasil saya tidak terlalu suka album ini, hanya saya dengarkan beberapa kali. Habisnya setiap kali saya mendengarkan track yang ngebeat jadi kebayang BSB yang umurnya udah 30an joget-joget (dan saya jadi ilpeel, dulu mereka saya puja, sekarang saya cecar :p)
Fave track: Shattered (the non dancing track hehehe)

5. New Moon Original Soundtrack
Yep, meskipun pelem sekuel dari Twilight ini baru dirilis akhir November nanti, namun para penggemar Twilight series (konon) udah pada heboh banget menanti album ini dirilis. Saya juga mengakui kalau saya ngepens ama Twilight series dan tak sabar pula menantikan pilemnya. Nah soundtracknya dirilis duluan, saya juga ikut-ikutan heboh. Tapi setelah saya dengarkan satu album, selera musiknya tidak sesuai dengan kuping saya. Musiknya ‘absurd’ buat saya. Hahaahaha. Jadinya saya cuma sempet 2x denger ulang. Mungkin setelah nonton filmnya, baru bisa lebih mendengarkan musiknya dengan nikmat sambil membayangkan adegan-adegannya. Ihiy.
Fave track (alias lagu yang paling bersahabat di kuping gw): Meet me on the Equinox by Death Cab for Cutie

6. Paramore – Brand New Eyes
Album kedua Paramore ini lumayan dapat review yang bagus (dari satu artikel yang gw baca hahaha). Paramore ini band aliran apa sebenernya gw juga ga tahu. Rock kah? Tapi kalo untuk ukuran rock kayanya ga gahar-gahar amat. Vokalis cewenya berambut merah dan dengan suara melengking asoy. Musiknya menghentak-hentak bikin semangat dan sekarang albumnya lagi seneng-senengnya gw dengerin. Tiap kali mendengarkan albumnya, serasa membangkitkan jiwa inner rock star di dalam diri gw (cie ileh).
Favorite track: Playing God, liriknya eike suka ” Next time you point a finger
I’ll point you to the mirror”

7. M.Y.M.P – Absolute Acoustic
Okay, jadi begini ceritanya saya bisa mendengarkan album ini: jalan-jalan ke duta suara, eh yang lagi disetel lagunya akustik enak gitu. Lantas saya maju ke kasir, pengen tau yang ‘now playing’ apaan, ternyata M.Y.M.P. ini hehehehe. (kisah kelanjutannya: lantas saya cari link downloadnya di rumah hahaha). Lagunya cover version dari lagu-lagu lawas dan suaranya cewe yang nyanyi ringan seperti melayang di awang-awang. Cocok buat daydreaming hahaha.
Fave track (so far): Especially for you.

Ya sudah temans, sekian dulu review saya (bukan review juga sih, oceh-oceh lebih tepatnya). Kalo ada yang tertarik silahkan ikutan mendengarkan juga. Saya sarankan sih kalian ikut mendengarkan Paramore biar seger hahaha. Kalo yang lain sih boleh lah buat iseng-iseng didengerin. Okeh. Sampai jumpa di ocehan menjelang akhir tahun lainnya.

happy-ness

saya bahagia ketika perut saya kenyang. Saya bahagia setelah merasakan betapa nikmatnya wingko babat yang barusan saya telan. Saya bahagia sehabis nonton pelem saw (gile psycho kali abis nonton saw jadi bahagia), nonton pelem UP deh.

Tapi berapa lama efek kebahagiaan itu tetap ada? Nikmatnya makanan hanya sebatas di lidah lantas menghilang. Tidak akan bertahan rasa makanan itu di lidah kita. Lantas dua jam kemudian kita berasa lapar. Begitu juga setelah nonton film, setelah keluar di bioskop, masuk ke lapangan parkir yang panas aja, perasaan bahagia itu sudah bisa berganti dengan keluhan tentang si matahari yang bersinar terik.

Jadi apakah bahagia itu? Apakah bahagia itu selalu sifatnya semu dan sementara? Apakah kebahagiaan bisa dibeli?

Jawabannya adalaaaaah. . . eng ing eng. Hehehehe

Kaga tau eke.
Sumpeh deh. Ga ngibul.

Okay deh, saya mencoba menjawab versi saya sendiri, jadi tolong jangan dibandingkan jawaban saya dengan mbah plato ato Socrates ya. Walopun mungkin beberapa jawaban saya ada yang standar, ato mepet-mepet bacaaan yang pernah anda baca.

1. Jadi apakah bahagia itu?
Ba-ha-gi-a. kata sifat. Karena sifat, berarti bentuknya berupa perasaan. Perasaan apa? Perasaan senang dan berkecukupan (bisa juga berlebihan, yang jelas tidak berkekurangan). Disebabkan karena apa? Bisa hal berupa materi dan imateri.

2. Apakah bahagia itu selalu sifatnya semu dan sementara?
Tergantung asal kebahagiaan itu apa. Kalau kebahagiaannya berasal dari makanan, ya semu. Karena makanannya habis, habis pula kebahagiaannya. Naaah ini nih yang saya baca dari imel forward-forwardan, janganlah kamu menggantungkan bahagiamu pada orang atau benda lain, karena itu semua sifatnya semu. Orang lain atau benda lain bisa pergi, hilang, atau mengecewakan dirimu. Oleh karena itu bahagia ialah pilihan dirimu. Jadikanlah dirimu sumber bahagiamu. Cie ileh. Gitu deh. Sama kalo perlu ditambahkan, jadikan Tuhanmu sumber bahagiamu, karena Tuhan tidak akan pernah mengecewakanmu. Nah kalo sumber kebahagiaannya kekal, berarti bahagianya kekal dong (horaaay)

3. Apakah kebahagiaan bisa dibeli?
Bisa dong. Uang bisa beli segalanya. Bukannya saya punya paham matrealistis, emang saya akui yang namanya uang bisa beli banyak hal, tapi, sampai seberapa lama sih efek bahagia yang bisa diberikan oleh uang itu? Uang bisa beli segala-galanya, tapi belum tentu bisa memenuhi segala yang kau inginkan.

Kesimpulan dan saran:
- Bahagia yang abadi berasal dari Tuhan dan kemauan kita untuk menerima diri kita apa adanya
- Hidup tidak selamanya berbunga-bunga, jadi yah tergantung kita untuk menerima apa yang terjadi di hidup kita ini. Pilihlah untuk menjadi bahagia dalam susah maupun duka.
- Isi dan kesimpulan dari tulisan ini ga nyambung
- Saran: karena tulisan ini banyak ngaco, disarankan pembaca jangan terlalu ambil pusing dengan tulisan diatas.

Friday, October 23, 2009

Lis tulis si lilis

Setelah membaca ‘Princess Diaries’ volume empat, Princess in waiting, saya jadi berpikir apakah ada orang jaman sekarang yang masih rajin nulis diary?

Well I know you pada masih bertanya-tanya kenapa wanita seumuran saya (lol) masih baca cerita tentang ABG lima belas taun yang mendadak mengetahui bahwa ia adalah pewaris kerajaan Genovia (selain karena jiwa saya kan ga beda jauh dari usia remaja 15 tahun. forever young.haha). Alasan yang paling benar ialah karena saya menemukan e-book dalam bahasa inggris daaaaaan bahasa yang simple dan tidak ribet dan ngejelimet untuk dibaca di komputer ialah buku-buku dengan bahasa inggris sehari-hari. Kalo gw baca wuthering heights atau karya Shakespeare di komputer, bisa-bisa bola mata gw mencotot mencoba membaca dan memahami tiap kalimat.

Kembali ke masalah nulis menulis diary. Diceritakan kalo si Mia ini suka menulis di jurnalnya dan dia menemukan talentanya di menulis yang dimulai dari kesukaannya mencurahkan isi hatinya ke jurnalnya (cie ileh kalimat ini pas gw baca ulang rasanya norak bener haha). Nah, sekarang gw jadi berpikir, apakah ada yang masih menggunakan bolpen ato pensil lalu mencurahkan perasaannya dengan tulisan tangannya? Wah canggih. Keren kalo masih ada yang ada. Bisa dikatakan rajin juga, karena menurut gw menulis dengan menggunakan alat tulis itu lama sekali dibandingkan dengan mengetik tak ketak ketik seperti yang gw lakukan ini. Tentunya kalau menulis menggunakan tulisan tangan, otak lebih dilatih untuk menyusun kalimat terlebih dahulu dalam otak kita. Beda dengan menggunakan keyboard komputer, kayanya semua yang terlintas di otak bisa langsung gw tulis hahahaha.

Tapi saya pribadi sih merasa menulis dengan menggunakan tangan rasanya lebih personal ya. Saya sendiri masih ingat ketika esde, guru kelas 5 saya mengatakan supaya kita menulis diary untuk mengembangkan kemampuan menulis kita. Saya rasa sih pernyataan si guru tersebut berkaitan dengan ulangan bahasa Indonesia yang sering kali menyuruh kita untuk mengarang. Inget ga? Yang biasanya ada 4 kotak berisi gambar berbeda dan kita disuruh menulis cerita mengenai gambar-gambar tersebut. Satu gambar biasanya satu paragraf. Satu halaman tersebut harus dipas-pasin isinya, kadangkala saya curang membesar-besarkan tulisan saya demi memenuhi petunjuk dari ibu guru hahaha. Cerita yang saya karang juga selalu standar, entah mengapa saya sulit berimajinasi mengarang cerita yang menarik. Nah, yang menurut saya ga penting ialah, seringkali nilai mengarang tersebut didasarkan pada kerapihan kita menulis dan tidak kotor! Hahaha. Sepertinya diskriminasi kepada kaum pria ya. Mengingat ketika esde biasa para lelaki sering dikomplain tentang betapa sulitnya tulisan mereka dibaca. Bahkan dulu seingat saya, ketika ujian, selain ada nilai ujian, ada nilai tulisan. Hahahaha.

Halah malah jadi ngalor ngidul. Kembali lagi ke tulisan tangan, berbahagialah mereka yang masih sempat menulis catatan harian dan surat dengan tulisan tangan karena saya yakin mereka orang yang berdedikasi tinggi (apa coba maksudnya?!). maksudnya diantara kecanggihan jaman ini, penemuan komputer dan mesin tik, mereka masih memilih untuk menulis dengan tangan. Hebaaaaaaaat! Mari kita galakan kembali rasa keakraban dengan diri kita dan orang lain dengan tulisan tangan kita. Hehehehe.

Hidup tulisan tangan! Ihiyyy….