Sudah lumayan lama saya tidak pergi ke kondangan alias resepsi pernikahan seseorang. Maka ketika kemarin saya diajak orang tua saya untuk pergi ke kondangan, saya tidak menolak. Tujuan utama saya ialah makan enak. Hahahaha.
Walhasil dengan setelah berdandan rapi (biar ga dikira mau numpang makan doang) dan perut sudah mulai keroncongan (biasanya jam enam saya sudah makan malam), pergilah saya bersama orang tua saya menjemput seorang tante yang akan pergi bareng ke kondangan itu juga.
Sesampainya di depan rumah si tante dan ketika tante tersebut masuk, langsung tercium aroma kue kering yang baru selesai dipanggang oleh si tante. Tante ini abis manggang berloyang-loyang kue nastar untuk dijual. Langsung reaksi saya seperti Edward Cullen di pelem Twilight ketika pertama kali mencium aroma Bella di lab biologi. Tante, you smell so damn good! Can I eat you?
Lantas semakin lama perjalanan dengan wangi kue dari si tante, hidung gw makin terbiasa. Setelah empat puluh menit perjalanan, sampailah kami di gedung resepsi. Tapi alangkah menyedihkannya ketika mengetahui lift yang ada di tempat parkir tersebut hanya beberapa yang menyala dan tidak bisa menampung banyaknya tamu undangan. Whoaaaaa. Kacau. Gerombolan manusia yang kelaparan ini harus menunggu berapa lama biar bisa terangkut semua? Walhasil para undangan yang tidak sabar menunggu lift (termasuk saya) langsung menuju tangga darurat dan menaiki tangga dari lantai lima menuju lantai Sembilan. Hosh hosh.. kami semua diuji sebelum makan besar kayanya.
Lantas ketika undangan di barisan depan sudah sampai ke lantai Sembilan, betapa kecewanya ketika mengetahui pintunya dikunci! Astaga…. Walhasil gerombolan undangan kembali turun ke lantai delapan dan masuk lewat pintu samping gedung tersebut. Ternyata di lantai delapan itu ada resepsi pernikahan pasangan lainnya. Walhasil para tamu yang tujuannya lantai Sembilan dan lantai sepuluh keluar melewati para penerima tamu dari resepsi lantai delapan tersebut. Astaga……… benar-benar gedung yang tidak efisien. Dan sangat mengganggu resepsi di lantai delapan ye.
Ketika sampai di lobi lantai delapan, ternyata kami tetap harus naik lift untuk sampai ke lantai Sembilan karena tangga menuju lantai Sembilan dan sepuluh tadi ditutup. Astagaaaaaaaa! Tidak lama kami menunggu, salah satu lift di lantai delapan terbuka, dan dengan tidak tahu malu lagi kami langsung menyerbu masuk walaupun di dalam sudah penuh. Mau tidak mau saya mendesak masuk ke dalam lift, kalau tidak saya paksakan, kapan lagi saya bisa sampai ke lantai Sembilan itu? Walhasil ketika saya masuk ke dalam lift ada teriakan “ADDDDuuuuh.. duh”, “woi ada orang hamil di sini!”, dsb. I feel so bad. Saya sempat bilang sori tapi saya tak tahu apakah suara saya terdengar. Seriously if I had a choice, I wouldn’t chose to get inside that crowded elevator too. Tapi untunglah Cuma naik satu lantai sehingga kurang dari sepuluh detik derita si ibu hamil sudah selesai. Maap ya ibu.
Akhirnya setelah perjalanan panjang, sampai juga saya di ruang resepsi. jujur saya ga kenal sama pengantinnya hahaha. namun beginilah budaya yang berlaku di bumi Indonesia tercinta ini, ketika kau menikah semua orang yang lu kenal mau tidak mau diundang karena takut diomongin di belakang. Udah budaya sih. Nah, selain budaya mesti ngundang sebanyak-banyaknya orang, ada juga nih budaya yang gw perhatiin dari dulu ga berubah kalo di kondangan. Budaya mengantri makanan. Some people just don’t understand the concept of lining. Seriously. This pisses me of the most. Maybe their head was driven by their stomach till they just couldn’t afford to stand in line. O mi god. Gw paliiiiiiing benci sama orang-orang yang ga punya aturan maen nyelak, pasang tampang bego maen masuk ke antrian. Kasian banget, kayanya udah dua hari belum makan sampe-sampe perut yang mengambil alih tubuhnya instead of their brains. Aaaargh… *masih kesel karena diselak oleh om-om pas ngantri siomay kemaren, mana siomaynya ga enak!*
Setelah makan kenyang dan berbahagia, ada satu lagi kelakuan undangan yang saya perhatikan. Sebelumnya saya memang pernah mendengar cerita tentang kelakuan dari para tamu macam ini, namun baru kali ini saya melihat secara langsung adegannya. Apa yang saya lihat? Eng ing eng…. Adegan “dapatkan bunga segar setelah selesai dari resepsi ini”. ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak perempuan yang usianya sudah dua puluh tahunan memetik bunga yang menjadi dekorasi di karpet merah yang dilewati oleh kedua mempelai. Memang sih acaranya sudah mendekati akhir dimana para mempelai sedang berfoto dengan kolega di pelaminan. Tapi plis dehhhhhhhhh…….. bunga yang mereka petik itu bisa bikin satu karangan bunga lagi. kacau. Memalukan sih. Gw yang ngeliat keluarga itu aja rasanya malu banget. Ketika gw pengen mengeluarkan kamera gw, mereka sudah selesai memetik (mencabut lebih tepatnya) bunga. Yah… sayang sekali. Kayanya gw udah terheran-heran melihat kelakuan ajaib mereka sampe-sampe gw lupa mengabadikan ‘kodak moment’ tersebut.
Setelah adegan “dapatkan bunga segar setelah selesai dari resepsi ini” tersebut, saya kira saya bisa pulang tanpa ada kisah yang aneh-aneh lagi. lantas ketika kami keluar dari ruang resepsi, alangkah takjubnya kami melihat antrian lift tak manusiawi kembali terulang. Déjà vu versi perut terisi kenyang. Kapan kami bisa pulang kalau begini? benar-benar deh, ajaib banget akses gedung ini. Setelah tanya dengan petugas keamanan yang berjaga di depan lift ternyata tangga darurat lantai Sembilan yang ditutup akhirnya dibuka. Atas pertimbangan akal sehat kami memutuskan melewati lewat tangga darurat lagi. lumayan menurunkan lemak dari lantai Sembilan ke lantai lima. Namun ternyata antrian tidak hanya di lift! Ketika mau bayar parkir kami harus mengantri lagi. ampun deh. Kalo gini caranya tadi gw masukin jeruk buat cemilan dah k etas gw *ikut-ikutan ga tau diri hahaha*
Sebagai penutup, inilah saran saya bagi yang ingin yang ingin mengadakan resepsi pernikahan supaya kejadian aneh yang saya alami tidak terjadi. Hope this tips will help. See ya!
1. Pastikan ada lift dan tangga (bukan tangga darurat, duh) yang accessible dengan banyaknya orang yang anda undang. Perhatikan juga jumlah parkiran yang tersedia bagi para tamu.
2. Sediakan security di tiap antrian makanan. Jika ada yang main selak, security bertugas menertibkan dan menghukum undangan dengan sepuluh kali sit up dan 5 kali squat jump. Rasain lu!
3. Lindungi dekorasi bunga anda dari para pemetik bunga illegal dengan electric wire di sekeliling bunga anda. biarin. Rasakan setrumannya dasar kau pencuri!
Monday, December 14, 2009
Friday, December 11, 2009
Perahu Kipas
Minggu lalu saya selesai membaca Perahu Kertas karya Dee Lestari. Awalnya saya membaca versi .pdf yang bertebaran di dunia maya ini. Setelah membaca beberapa bab, saya jadi penasaran dengan kisah perjalanan Kugy dan Keenan ini. Berharap ada versi e-booknya yang full, namun emang ga ada kayaknya (atau saya belum ketemu mungkin? Haha). Jadilah saya membeli buku, setelah sekian lama tidak membeli buku novel cetak dengan halaman sampai ratusan lembar. Buku yang terakhir saya beli sebelum perahu kertas ialah kumpulan kisah terbaik miiko jilid satu, buku komik hahahaha.
Kembali ke Perahu Kertas, kisahnya berputar di sekitar tokoh utama Kugy, cewe yang punya mimpi jadi penulis dongeng (rada ajaib menurut gw) dan Keenan, cowo yang ingin jadi pelukis. Nah selama empat tahun digambarkan perjalanan hidup mereka yang saling melengkapi, bersisipan sampai berseberangan. Nah lo, bingung kan ama maksud gw? hahaha. eike juga bingung ngejelasinnya, jadi lebih baik anda membaca sendiri deh.
Kalo yang gw tangkep sih dari ceritanya, mungkin hidup kita kadang kala belum sesuai dengan apa yang kita rencanakan, tapi percayalah, selama lu mengikuti kata hati elu, kebahagiaan akhirnya akan menyertaimu karena hati tidak pernah berdusta. Du ileh. Bahasa gw gombal amet kesannya. Har har..
Ini dua quote dari Perahu Kertas:
“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita sendiri.” -> see, life is a journey rite?
“Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih.” -> Yang terakhir ini gw paling suka. Sedapppp…. Mungkin kalo Cuma baca sepenggal gini ga berasa aroma sedapnya, tapi kalo baca keseluruhan cerita, mantap kali perkataannya.
Nah lantas kemaren di twitternya deelestari dia membagikan beberapa writing tips, katanya dulu udah pernah dia tweet, tapi saya tidak pernah baca. Ini yang saya dapatkan dimulai dari nomer tiga belas. Lucky number thirteen. Hmmm.. sebenarnya kalo hobinya cuap-cuap ngalor ngidul begini bisa dibilang penulis kaga sih gw? hahahaha. Anggep aja iya deh *menyenangkan hati sendiri*. Mari bandingkan tipsnya mbak dee dengan apa yang saya lakukan:
13. Occasionally have a small break to move your body a bit. Flowing chi results in flowing idea. -> kalo udah nulis mah kaga bisa berenti biasanya. Semua huruf yang terlintas di kepala langsung diketik. Makanya tulisan gw ngalor ngidul hahahaha
14. My personal writer’s block antidote: take a shower. Dunno why, but it works for me :) -> belum pernah menulis sesuatu yang panjang dan berseri.
15. Writing target: hourly based (eg. 4 hrs/day) OR page based (eg. 2 pgs/day). Using both altogether can be too stressful. -> idem. belum pernah menulis sesuatu yang panjang dan berseri.
16. It’s good not to be too ambitious about your daily writing target. Set up a realistic goal. And relax about it. -> saya menulis tergantung mood, tapi berusaha setidaknya seminggu sekali ada tulisan yang layak dibaca hahaha.
17. Always try to have a deadline, even though it’s imaginary. It prevents you from spending years on one short story -> whoa…. Yang ini ga berlaku buat cuap-cuap gw berarti.
18. Don’t throw away small notes, broken ideas, unfinished stories. W/ a fresh perspective, u can gain sumthing fr 'em later -> tulisan gw yang bener-bener ‘sampah’, masih ada beberapa, namun ketika dibaca lagi, emang sampah. In the end, gw jadi tukang nyimpen sampah haha
19. Always create a story from what moves you the most, something that keeps you awake at night. Don’t compromise for less. -> pernah suatu kali gw ngebet banget pengen nulis sampe-sampe malem susah tidur. Pas paginya langsung ngetik dengan bahagianya. Aneh, tapi nyata.
20. I believe in Darwin when it comes to ideas. Only the fittest will survive, the weak ones will drop by themselves. -> setuju. Tapi masalahnya cuap-cuap gw isinya ga penting semua, jadi all I ever written was weak ideas hahahaha
21. Do not look for inspiration. Inspiration will find you. All you need to do is observe and listen. -> this is oh so true. pernah gw berusaha ‘mengarang’. Bikin cerpen kek, cerita kek. Tapi baru satu paragraph jadinya aneh, buanget. Kembalilah gw melakukan apa yang paling bisa gw lakukan: cuap-cuap ga jelas. All I have to do is observe and listen, and then the cuap-cuap comes naturally
22. Have your manuscript printed when you want to do editing. Don’t do it on your computer screen. It feels very different. -> hahahaha. Ga berlaku buat penulis cuap-cuap macem gw.
23. Final reading from a printed text puts you in the reader’s seat. Helps you to get more clarity and objectivity. -> seumur-umur belum pernah buat beginian. Hahaha.
Tips di atas sebenarnya sangat bermanfaat jika anda emang suka menulis ya kayanya. Bukan tulisan cuap-cuap doang maksudnya hahahaha. Tapi gw masih penasaran tips no.1 nya apa. Semoga saya bisa melengkapi potongan tips yang hilang itu hehehe. Siapa tahu nanti saya juga bisa bikin buku kaya mbak dee, saya bikin versi perahu kipas deh. Eh ngomongin perahu kipas jadi inget tahu kipas nih. Enak kayanya. Nyem…
So ladies and gentlemen, we’ve come to the end of my cuap-cuap for today. See you on the next post. Have a blast weekend everyone. For me, I will read classic novel Pride and Prejudice which I bought at Gramedia for only Rp.17,100.-. yeah I know. I couldn’t believe my eyes too when I first saw the price.
Okay then. Let me say this once again, have a blast weekend everyone (nyebelin yeh ampe mesti diulang lagi? hahaha). Ciao~
Kalo yang gw tangkep sih dari ceritanya, mungkin hidup kita kadang kala belum sesuai dengan apa yang kita rencanakan, tapi percayalah, selama lu mengikuti kata hati elu, kebahagiaan akhirnya akan menyertaimu karena hati tidak pernah berdusta. Du ileh. Bahasa gw gombal amet kesannya. Har har..
Ini dua quote dari Perahu Kertas:
“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita sendiri.” -> see, life is a journey rite?
“Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih.” -> Yang terakhir ini gw paling suka. Sedapppp…. Mungkin kalo Cuma baca sepenggal gini ga berasa aroma sedapnya, tapi kalo baca keseluruhan cerita, mantap kali perkataannya.
Nah lantas kemaren di twitternya deelestari dia membagikan beberapa writing tips, katanya dulu udah pernah dia tweet, tapi saya tidak pernah baca. Ini yang saya dapatkan dimulai dari nomer tiga belas. Lucky number thirteen. Hmmm.. sebenarnya kalo hobinya cuap-cuap ngalor ngidul begini bisa dibilang penulis kaga sih gw? hahahaha. Anggep aja iya deh *menyenangkan hati sendiri*. Mari bandingkan tipsnya mbak dee dengan apa yang saya lakukan:
13. Occasionally have a small break to move your body a bit. Flowing chi results in flowing idea. -> kalo udah nulis mah kaga bisa berenti biasanya. Semua huruf yang terlintas di kepala langsung diketik. Makanya tulisan gw ngalor ngidul hahahaha
14. My personal writer’s block antidote: take a shower. Dunno why, but it works for me :) -> belum pernah menulis sesuatu yang panjang dan berseri.
15. Writing target: hourly based (eg. 4 hrs/day) OR page based (eg. 2 pgs/day). Using both altogether can be too stressful. -> idem. belum pernah menulis sesuatu yang panjang dan berseri.
16. It’s good not to be too ambitious about your daily writing target. Set up a realistic goal. And relax about it. -> saya menulis tergantung mood, tapi berusaha setidaknya seminggu sekali ada tulisan yang layak dibaca hahaha.
17. Always try to have a deadline, even though it’s imaginary. It prevents you from spending years on one short story -> whoa…. Yang ini ga berlaku buat cuap-cuap gw berarti.
18. Don’t throw away small notes, broken ideas, unfinished stories. W/ a fresh perspective, u can gain sumthing fr 'em later -> tulisan gw yang bener-bener ‘sampah’, masih ada beberapa, namun ketika dibaca lagi, emang sampah. In the end, gw jadi tukang nyimpen sampah haha
19. Always create a story from what moves you the most, something that keeps you awake at night. Don’t compromise for less. -> pernah suatu kali gw ngebet banget pengen nulis sampe-sampe malem susah tidur. Pas paginya langsung ngetik dengan bahagianya. Aneh, tapi nyata.
20. I believe in Darwin when it comes to ideas. Only the fittest will survive, the weak ones will drop by themselves. -> setuju. Tapi masalahnya cuap-cuap gw isinya ga penting semua, jadi all I ever written was weak ideas hahahaha
21. Do not look for inspiration. Inspiration will find you. All you need to do is observe and listen. -> this is oh so true. pernah gw berusaha ‘mengarang’. Bikin cerpen kek, cerita kek. Tapi baru satu paragraph jadinya aneh, buanget. Kembalilah gw melakukan apa yang paling bisa gw lakukan: cuap-cuap ga jelas. All I have to do is observe and listen, and then the cuap-cuap comes naturally
22. Have your manuscript printed when you want to do editing. Don’t do it on your computer screen. It feels very different. -> hahahaha. Ga berlaku buat penulis cuap-cuap macem gw.
23. Final reading from a printed text puts you in the reader’s seat. Helps you to get more clarity and objectivity. -> seumur-umur belum pernah buat beginian. Hahaha.
Tips di atas sebenarnya sangat bermanfaat jika anda emang suka menulis ya kayanya. Bukan tulisan cuap-cuap doang maksudnya hahahaha. Tapi gw masih penasaran tips no.1 nya apa. Semoga saya bisa melengkapi potongan tips yang hilang itu hehehe. Siapa tahu nanti saya juga bisa bikin buku kaya mbak dee, saya bikin versi perahu kipas deh. Eh ngomongin perahu kipas jadi inget tahu kipas nih. Enak kayanya. Nyem…
So ladies and gentlemen, we’ve come to the end of my cuap-cuap for today. See you on the next post. Have a blast weekend everyone. For me, I will read classic novel Pride and Prejudice which I bought at Gramedia for only Rp.17,100.-. yeah I know. I couldn’t believe my eyes too when I first saw the price.
Okay then. Let me say this once again, have a blast weekend everyone (nyebelin yeh ampe mesti diulang lagi? hahaha). Ciao~
Wednesday, December 2, 2009
The TV girl
Selasa malam merupakan hari reguler saya untuk nongkrong di depan tivi dan nonton desperate housewives jam delapan di star world. Namun kemarin saya nongkrong di depan tivi dari jam yang lebih awal. Pukul enam setelah selesai mandi, saya sudah nongkrong di depan tivi. Pilihan channel saya ialah Hallmark channel. Ada apa di situ? Ada the biggest loser dong. hehehe.
Bagi yang belum tahu the biggest loser apaan, tolong google sendiri *I said this too many times before hahahaha*. The biggest loser itu ialah orang-orang yang obesitas, beratnya bisa sampe 200kg gitu pada dilatih sampe badannya kurus. Nah, tiap minggu ada yang harus dieliminasi. Seperti biasa yang menjadi daya tarik dalam sebuah reality show ialah drama-nya. hehehe. Kalo ga salah tiap hari jam 6 diputar seri ini di Hallmark. Silahkan cek jadwalnya sendiri.
Ketika nonton the biggest loser, saya jadi tergerak loh untuk berolahraga. Kalo untuk menjaga makan sih kayanya masih sulit. Hahaha. makanan merupakan salah satu godaan terbesar dalam hidup saya. Apalagi ngebayangin yang mengandung melted cheese *keyboard langsung ketetesan iler*. Pada episode kemarin para peserta dibawa makan ke restoran. Si trainer berkata kita boleh-boleh aja kok makan di restoran asaaaaaaaaaaaaal pilih-pilih makan apa. Hihihi. Kemarin sih diajarin pilihlah daging salmon, ato pork, dibanding daging merah. Lantas janganlah makan dengan topping extra atopun upgrade size. Plus jangan pake butter dan banyak minyak. Buset dah. Pusing kan lu? Hahahaha. Hidup sehat memang sulit. Tapi tak ada salahnya kita coba bukan? Ihi..

Oh iya, satu hal yang paling saya perhatikan ketika menonton acara ini ialah para peserta yang beratnya 100-200kg ini punya wajah yang kecil dibanding dengan badannya yang besar. Saya jadi was-was karena saya dilahirkan dengan wajah yang kecil *bukannya nyombong, ini fakta loh hoho* dan seringnya saya kalau ngaca ya muka yang jadi pusat perhatian. Belakangan ini saya menyadari kalau berat badan saya bertambah, saya jadi ngeri *amit-amit ketok meja tiga kali* karena tiap hari ngaca muka, tanpa sadar badan saya melebar. Hwaaaaaa……. Mulai sekarang kalo ngaca seluruh badan deh biar tidak terlena dengan muka kecil hahahaha.
Lantas selesai acara satu jem, kembali saya mantengin hallmark channel dengan nonton Oprah. Episode kemaren si mbak Oprah mengajak kita melihat kehidupan para perempuan di berbagai negara. Di segmen awal, Oprah membahas tentang kehidupan di Denmark dan oh mai gaaaatttt…. Gile ye hidup di Denmark terlihat sangat menyenangkan. Beberapa fakta yang terungkap:
- mereka dikenal dengan negara terbahagia di dunia kyaaaaa >.< namun ironisnya mereka juga dikenal dengan negara yang tidak religious, aneh ya. Hehe. Mereka bilang asas humanity-lah yang membuat negara mereka bisa bahagia
- Sepertiga dari penduduk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Mereka termasuk negara yang peduli lingkungan.
- Pajak penghasilan di Denmark sebesar *drum roll please* 50% aja gitu……. O mi god. Bisakah kau bayangkan gajimu dipotong separuhnya demi pajak???? Tapi mereka tidak keberatan sama sekali karena mereka dapat free health care, free electricity bill, free education dan apa lagi gitu gw ga inget. Gw udah cengo duluan denger pajak 50%nya hahahaha. Kata mereka sih, di sini semua ditanggung pemerintah, jadi ga ada homeless, kalopun anda jobless, diurusin juga ama pemerintah. Jadi mereka asik-asik aja gajinya dipotong separo. WAW.
- Satu tahun maternity leave dan fully paid selama satu tahun itu. O mi god again! Hahahaha. Mungkin di negara-negara eropa lain sama juga ya kaya gitu ya? Hahaha. maafkan ke-norak-an saya ini.

Yah segitulah ketakjuban saya akan kehidupan di Denmark. Indah sekali rasanya mendengar cerita perempuan-perempuan blonde, tall and lean tersebut. Yang lebih bikin ngiri saya sih si Oprah, Oprah menurut saya keren. Hahahaha. Selama dua puluh tahun lebih dia bisa bikin acara yang tetap membuat penontonnya punya wawasan yang baru, pengalaman yang baru melalui kacamata die. Bless you Oprah! I don’t know what my live would be without your show when you end it on 2011. It’s like the 2012 in advance. *lebay jijay*
Aih lantas lanjutlah saya menuju jem 8 malem, saatnya desperate housewives. Uhuyyyy.. namun sembari menunggu pelemnya mulai, saya ganti-ganti channel dulu hehehe. Eh…mampir deh ke E! channel. Lagi ada reality shownya Giuliana and Bill, terpecah deh perhatian saya hahaha. jadi sembari nonton Desperate Housewives, ganti-ganti channel lah saya ketika sedang iklan. Giuliana itu anchor E! news, sedangkan Bill Rancic terkenal sebagai pemenang (ato peserta doang ya?) ‘the apprentice’-nya Donald Trump. Ceritanya ini kisah mereka setelah jadi newlyweds gitu deh.

Nah, si Giuliana DePandi ini abis merit ganti nama belakang jadi nama belakang suaminya Rancic, so sweeeeeeet. Kenapa gw bilang so sweet? Karena kayanya gw udah teracuni dengan berita selebriti yang dengan mudahnya kawin cerai selingkuh, jadi sepertinya kalo dia merelakan nama ngetop dia waktu single dan menggantinya dengan nama suaminya keren jadinya *di mata gw seh gitu hahahaha*. Satu lagi menurut gw, mereka pasangan yang serasi dalam arti kata *haha perlu banget gw jelasin*, si G (sok akrab, gw main singkat nama aje karena ribet nulis full hehe) menurut gw sih perempuan dengan inner beauty dan tidak lebay, sedangkan si bill-nya ganteng (pastinya! haha) dan seperti tipe pria baik-baik. Hihihi.
Gw sih ga tau taun berapa seri Giuliana and Bill itu dibuat, gw mah tonton aja. Di episode kemarin digambarkan kehidupan mereka setelah married. Si G tinggal di Los Angeles karena emang kerjanya di situ, sedangkan Bill markasnya di Chicago. Jadi mereka memutuskan hidup di dua tempat. OMG! Gilaaaaaaaa……. Oke, menurut gw aneh banget kalo lu berumah tangga tapi hidup di dua tempat berbeda. yah tapi siapalah saya. Siapa yang peduli dengan pendapat saya hihihi. Anyway sebenernya episode reality show kemaren menurut gw tidak ada konflik yang berarti, tapi entah mengapa saya senang aja melihatnya. Mungkin karena emang pasangan itu loveable, jadinya saya betah aja gitu nontonnya. Untuk reality show yang tidak berlebihan, tontonlah Giuliana and Bill, bukan termehek-mehek.
Ya sudah, demikianlah laporan tiga jam di hari selasa di depan tivi. Entah mengapa, saya kalo sudah di depan tivi dan ketemu acara yang menyenangkan rasanya tidak bisa berhenti nonton. Mungkin banyak pendapat yang mengatakan kalau nonton tivi itu jelek, yah tapi menurut saya sih kembali lagi ke jenis tontonan apa yang anda tonton. Pilihlah yang membuka wawasan anda (walopun tontonan saya juga tipenya gitu-gitu aja sih haha). Mungkin sisi negative dari kebanyakan nonton tivi ialah antisocial ya? Saya sih merasakannya juga. Saya kebanyakan waktu di depan tivi dibanding interaksi dengan makhluk hidup lainnya (kecuali dengan nyamuk, saya bergulat dengan nyamuk sepanjang acara televisi). Baiklah. Cukup cuap-cuap saya di sini. Nanti saya cuap-cuap lagi tentang tontonan saya berikutnya. Buhbye.
Bagi yang belum tahu the biggest loser apaan, tolong google sendiri *I said this too many times before hahahaha*. The biggest loser itu ialah orang-orang yang obesitas, beratnya bisa sampe 200kg gitu pada dilatih sampe badannya kurus. Nah, tiap minggu ada yang harus dieliminasi. Seperti biasa yang menjadi daya tarik dalam sebuah reality show ialah drama-nya. hehehe. Kalo ga salah tiap hari jam 6 diputar seri ini di Hallmark. Silahkan cek jadwalnya sendiri.
Ketika nonton the biggest loser, saya jadi tergerak loh untuk berolahraga. Kalo untuk menjaga makan sih kayanya masih sulit. Hahaha. makanan merupakan salah satu godaan terbesar dalam hidup saya. Apalagi ngebayangin yang mengandung melted cheese *keyboard langsung ketetesan iler*. Pada episode kemarin para peserta dibawa makan ke restoran. Si trainer berkata kita boleh-boleh aja kok makan di restoran asaaaaaaaaaaaaal pilih-pilih makan apa. Hihihi. Kemarin sih diajarin pilihlah daging salmon, ato pork, dibanding daging merah. Lantas janganlah makan dengan topping extra atopun upgrade size. Plus jangan pake butter dan banyak minyak. Buset dah. Pusing kan lu? Hahahaha. Hidup sehat memang sulit. Tapi tak ada salahnya kita coba bukan? Ihi..

Oh iya, satu hal yang paling saya perhatikan ketika menonton acara ini ialah para peserta yang beratnya 100-200kg ini punya wajah yang kecil dibanding dengan badannya yang besar. Saya jadi was-was karena saya dilahirkan dengan wajah yang kecil *bukannya nyombong, ini fakta loh hoho* dan seringnya saya kalau ngaca ya muka yang jadi pusat perhatian. Belakangan ini saya menyadari kalau berat badan saya bertambah, saya jadi ngeri *amit-amit ketok meja tiga kali* karena tiap hari ngaca muka, tanpa sadar badan saya melebar. Hwaaaaaa……. Mulai sekarang kalo ngaca seluruh badan deh biar tidak terlena dengan muka kecil hahahaha.
Lantas selesai acara satu jem, kembali saya mantengin hallmark channel dengan nonton Oprah. Episode kemaren si mbak Oprah mengajak kita melihat kehidupan para perempuan di berbagai negara. Di segmen awal, Oprah membahas tentang kehidupan di Denmark dan oh mai gaaaatttt…. Gile ye hidup di Denmark terlihat sangat menyenangkan. Beberapa fakta yang terungkap:
- mereka dikenal dengan negara terbahagia di dunia kyaaaaa >.< namun ironisnya mereka juga dikenal dengan negara yang tidak religious, aneh ya. Hehe. Mereka bilang asas humanity-lah yang membuat negara mereka bisa bahagia
- Sepertiga dari penduduk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Mereka termasuk negara yang peduli lingkungan.
- Pajak penghasilan di Denmark sebesar *drum roll please* 50% aja gitu……. O mi god. Bisakah kau bayangkan gajimu dipotong separuhnya demi pajak???? Tapi mereka tidak keberatan sama sekali karena mereka dapat free health care, free electricity bill, free education dan apa lagi gitu gw ga inget. Gw udah cengo duluan denger pajak 50%nya hahahaha. Kata mereka sih, di sini semua ditanggung pemerintah, jadi ga ada homeless, kalopun anda jobless, diurusin juga ama pemerintah. Jadi mereka asik-asik aja gajinya dipotong separo. WAW.
- Satu tahun maternity leave dan fully paid selama satu tahun itu. O mi god again! Hahahaha. Mungkin di negara-negara eropa lain sama juga ya kaya gitu ya? Hahaha. maafkan ke-norak-an saya ini.
Yah segitulah ketakjuban saya akan kehidupan di Denmark. Indah sekali rasanya mendengar cerita perempuan-perempuan blonde, tall and lean tersebut. Yang lebih bikin ngiri saya sih si Oprah, Oprah menurut saya keren. Hahahaha. Selama dua puluh tahun lebih dia bisa bikin acara yang tetap membuat penontonnya punya wawasan yang baru, pengalaman yang baru melalui kacamata die. Bless you Oprah! I don’t know what my live would be without your show when you end it on 2011. It’s like the 2012 in advance. *lebay jijay*
Aih lantas lanjutlah saya menuju jem 8 malem, saatnya desperate housewives. Uhuyyyy.. namun sembari menunggu pelemnya mulai, saya ganti-ganti channel dulu hehehe. Eh…mampir deh ke E! channel. Lagi ada reality shownya Giuliana and Bill, terpecah deh perhatian saya hahaha. jadi sembari nonton Desperate Housewives, ganti-ganti channel lah saya ketika sedang iklan. Giuliana itu anchor E! news, sedangkan Bill Rancic terkenal sebagai pemenang (ato peserta doang ya?) ‘the apprentice’-nya Donald Trump. Ceritanya ini kisah mereka setelah jadi newlyweds gitu deh.
Nah, si Giuliana DePandi ini abis merit ganti nama belakang jadi nama belakang suaminya Rancic, so sweeeeeeet. Kenapa gw bilang so sweet? Karena kayanya gw udah teracuni dengan berita selebriti yang dengan mudahnya kawin cerai selingkuh, jadi sepertinya kalo dia merelakan nama ngetop dia waktu single dan menggantinya dengan nama suaminya keren jadinya *di mata gw seh gitu hahahaha*. Satu lagi menurut gw, mereka pasangan yang serasi dalam arti kata *haha perlu banget gw jelasin*, si G (sok akrab, gw main singkat nama aje karena ribet nulis full hehe) menurut gw sih perempuan dengan inner beauty dan tidak lebay, sedangkan si bill-nya ganteng (pastinya! haha) dan seperti tipe pria baik-baik. Hihihi.
Gw sih ga tau taun berapa seri Giuliana and Bill itu dibuat, gw mah tonton aja. Di episode kemarin digambarkan kehidupan mereka setelah married. Si G tinggal di Los Angeles karena emang kerjanya di situ, sedangkan Bill markasnya di Chicago. Jadi mereka memutuskan hidup di dua tempat. OMG! Gilaaaaaaaa……. Oke, menurut gw aneh banget kalo lu berumah tangga tapi hidup di dua tempat berbeda. yah tapi siapalah saya. Siapa yang peduli dengan pendapat saya hihihi. Anyway sebenernya episode reality show kemaren menurut gw tidak ada konflik yang berarti, tapi entah mengapa saya senang aja melihatnya. Mungkin karena emang pasangan itu loveable, jadinya saya betah aja gitu nontonnya. Untuk reality show yang tidak berlebihan, tontonlah Giuliana and Bill, bukan termehek-mehek.
Ya sudah, demikianlah laporan tiga jam di hari selasa di depan tivi. Entah mengapa, saya kalo sudah di depan tivi dan ketemu acara yang menyenangkan rasanya tidak bisa berhenti nonton. Mungkin banyak pendapat yang mengatakan kalau nonton tivi itu jelek, yah tapi menurut saya sih kembali lagi ke jenis tontonan apa yang anda tonton. Pilihlah yang membuka wawasan anda (walopun tontonan saya juga tipenya gitu-gitu aja sih haha). Mungkin sisi negative dari kebanyakan nonton tivi ialah antisocial ya? Saya sih merasakannya juga. Saya kebanyakan waktu di depan tivi dibanding interaksi dengan makhluk hidup lainnya (kecuali dengan nyamuk, saya bergulat dengan nyamuk sepanjang acara televisi). Baiklah. Cukup cuap-cuap saya di sini. Nanti saya cuap-cuap lagi tentang tontonan saya berikutnya. Buhbye.
Subscribe to:
Posts (Atom)